Part 2 : Ekspedisi Nasional Merajut Mimpi di Pulau Terluar Indonesia

by -

Awal kedatangan 47 volunteer atau tim ekpedisi ke Dusun Trans Malakoni ini disambut ramah dan terbuka oleh warga dengan kedatangan tim ekspedisi Langkah Mengabdi batch 1. Tim ekspedisi didistribusikan ke beberapa rumah warga sekitar dimana beberapa rumah warga itulah menjadi tempat tim ekspedisi bermukim dengan bapak dan ibu asuh.

Ekspedisi Langkah Mengabdi ini merupakan ekspedisi yang bertemakan Islamic Volunteering, jadi tim ekspedisi diwajibkan untuk selalu meramaikan atau memakmurkan masjid. Masjid yang ada di Dusun Trans Malakoni ini hanya ada satu yaitu masjid Nurul Iman. Itu pun sedikit sekali jamaah atau warga sekitar ikut meramaikannya, hal ini bisa dilihat ketika waktu sholat subuh hanya ada 1 atau 2 jamaah yang memakmurkannya. Dengan pengabdian ini, tim ekspedisi mencoba untuk meramaikannya dengan beberapa proker internal dan eksternal, misalnya proker rutin yaitu dzikir pagi dan kajian setiap selesai sholat subuh, senam bersama di halaman sekitaran masjid, hingga kegiatan internal volunteer seperti ice breaking maupun diskusi proker di malam hari untuk meramaikan masjid yang sangat sepi dan hening tersebut.

Baca juga:  Masyarakat Desa Lubuk Pabrik Jalan A ikut Meriahkan Nobar Penutupan Maulid Nabi 1443H

Secara universal banyak sekali proker yang tim ekspedisi garap untuk memajukan Dusun Trans Malakoni ini, diantara proker unggulannya yaitu tebar Al-Qur’an atau berbagi Al-Qur’an, public health check up atau cek kesehatan gratis, belajar peradaban Islam di Enggano, bincang budaya Enggano, festival Muharram yang didalamnya ada tabligh akbar kemudian pemotongan sapi dan kambing kemudian sedekah daging hingga Islamic competition atau lomba-lomba untuk anak-anak Dusun Trans Malakoni, leadership training atau latihan kepemimpinan, night deep talk, bazar lokal, penyaluran donasi hingga kepada explore Enggano Island.

Tim ekspedisi kali ini bermitra dengan beberapa kolaborator kebaikan seperti Rabbaniiyin Care (RC), Pusat Inovasi Bengkulu (PIB), Badan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Bengkulu, Yayasan Kesehatan Masyarakat (Yakesma) Bengkulu, dan Hive Bengkulu. Tim ekspedisi ini juga dikomandoi oleh tim inti yang terdiri dari 6 volunteer dan fasilitator lokal yang terdiri dari 4 orang. Sisanya dari 47 volunteer ini juga didistribusikan kedalam 4 divisi yaitu divisi pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan, serta media dan teknologi.

Baca juga:  Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Dema Fakultas Tarbiyah

Penulis sendiri tergabung di divisi pendidikan. Tim pendidikan dengan jargon “dididik digidig-gidig” terdiri dari 12 volunteer dengan 1 orang ketua divisi. Secara khusus tim pendidikan memiliki beberapa proker khusus pendidikan diantaranya, yaitu sehari bersama Al-Qur’an, Fun Class: Sains and English, sekolah alam, islamic competition, re-launching Risma Trans Malakoni OD-OA (One Day – One Ayat), edukasi bullying, stop smoking now, inspiration class, dan kajian muslimah.

Selama berekspedisi, penulis sangat mendapatkan banyak pengalaman. Pengalaman itu sangat menginspirasi dan menjadi pelajaran berharga untuk seluruh tim ekspedisi terutama untuk penulis sendiri. Penulis sangat beruntung bisa menjadi bagian diantara 47 volunteer Langkah Mengabdi batch 1 ini. Diantara banyaknya hikmah itu adalah penulis bisa belajar apa artinya kesederhanaan di tengah tengah keterbatasan. Terakhir pesan yang ingin disampaikan penulis untuk Enggano dan seisinya, penulis ingin mengutip lirik lagu chrisye yang berjudul “Untukku” yang bisa dijadikan pesan yang menyentuh hati yaitu kemana langkahku pergi, selalu ada bayangmu, ku yakin makna nurani, kau takkan pernah terganti. Saat lautan kami sebrangi, janganlah ragu bersauh, ku percaya hati kecilku, kami takkan berpaling. Walau ke ujung dunia pasti akan kunanti, meski ke 7 samudera pasti ku kan menunggu karena ku yakin kau hanya untukku.

Baca juga:  Siswa MTS Nurul Yaqin Tanah Bawah Senang Dengan Kedatangan Racana IAIN SAS Babel

Penulis : Agung Priyono