Aksi Bela Palestina Bebaskan Al-Quds Kepulauan Bangka 2021 dan Pernyataan Sikap Atas Kondisi Kemanusiaan Yang di Alami Palestina oleh Israel

by -

Juma’t, 21 mei 2021, terdiri dari kelompok elemen dari berbagai latar belakang organisasi islam melebur menjadi satu massa aksi mengadakan aksi damai bela palestina di depan rumah Dinas Walikota, di jalan area Alun-Alun Taman Merdeka Pangkalpinang. Pada pukul 13.00 WIB hingga Adzan Ashar. Kegiatan ini dilakukan atas dasar respon masyarakat bangka terkhusus kaum muslimin dari berbagai elemen masyarakat serta ormas yang tergabung, terkait kondisi kemanusiaan yang menimpa bangsa palestina di Al-Quds serta di jalur Gaza.

 

Adapun aksi damai diisi dengan orasi dan penyampaian sikap serta di iringi dengan pembacaan doa untuk kaum muslimin yang sedang tertimpa bencana. Aksi ini juga sebagai bentuk ekspresi kemarahan kaum muslimin di Bangka yang merasakan penderitaan yang di rasakan terus menerus oleh warga palestina tepatnya di Al-Quds dan jalur Gaza, dimana hal ini mengundang kesedihan serta kemarahan kaum muslimin di seluruh sebaran dunia.

Baca juga:  Persiapkan Dunia Kerja, 5 Mahasiswa Praktik Profesi Lapngan (PPL) Prodi BKITurun Ke Masyarakat

 

Tercatat aksi ini dimulai setelah selesainya ibadah shalat Jum’at, massa aksi berkumpul dan di iringi penyampaian oleh korlap sembari menunggu massa dari organ lain yang belum sampai lokasi. Terdapat organ yang basisnya pemuda dan mahasiswa yang turut serta meramaikan aksi pada siang hingga sore tadi, seperti organisasi kemahasiswaan berbasis islam yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HmI), KAMMI, FSLDK, Pemuda Muhammadiyah serta remaja masjid dari berbagai masjid sebaran daerah di Bangka.

 

Prosesi aksi damai di hiasi dengan turun nya hujan yang cukup lebat namun tidak menghambat serta sedikitpun menyurutkan niat massa aksi untuk membubarkan diri, justru suntikan takbir dari orator serta massa aksi membuat euforia aksi siang tadi menjadikan suasana hujan serta diiringi kata pembakar semangat, menjadikan aksi damai kali ini menjadi lebih dramatis.

Baca juga:  BPJS Naik Rakyat Semakin Tercekik

 

Selain menggelar orasi dari berabagai perwakilan organisasi keislaman di Bangka, panitia aksi juga melakukan galang dana melalui lembaga resmi sebagai penyambung agar diserahkan kepada penduduk palestina, yang sekurang-kurang nya dapat meringankan serta membantu penduduk palestina.

 

Setelahnya sebagai bentuk ekspresi massa aksi yang terdiri dari berbagai organisasi keislaman, pimpinan organ berkumpul untuk melakukan pernyataan sikap. Adapun point-point permasalahan yang dikemas dan disusun untuk dimana kemudian menjadi pernyataan sikap yaitu :

 

1. Masalah utama Palestina adalah penjajahan oleh zionis yahudi, oleh karena itu hanya akan kembali damai apabila zionis yahudi diusir dari tanah palestina. Untuk itu yang paling di butuhkan saat ini bukan hanya sekedar bantuan makanan tetapi juga bantuan militer dari seluruh negeri islam di dunia arab saudi, turki, mesir, pakistan, malaysia, dan Indonesia. Bukan hanya sekedar bentuk ekspresi kecaman yang dilakukan sebagai respon dari negara islam terhadap mushibah yang terjadi pada penduduk palestina, tetapi di iringi dengan langkah konkrit.

Baca juga:  Sempat Panas, Penetapan Hasil Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Dema IAIN SAS Babel Periode 2023

 

2. Menyerukan dan mengajak kaum muslimin di seluruh dunia untuk membantu saudara-saudara muslim di palestina,baik dalam bentuk doa maupun melalui seruan pembebasan Palestina dan mengusir zionis yahudi melalui unjuk rasa melalui media cetak serta medium lainnya serta bantuan dana.

 

3. Mengajak dan menyeru kepada umat islam dan pemimpin islam untuk bersatu untuk berjuang demi kesejahteraan umat islam di dunia terkhusus umat islam yang ada di Al-Quds

 

4. Mendesak kepada pemerintah Indonesia untuk memberikan sanksi kepada pendukung Israel, serta menolak kriminalisasi terhadap perjuangan untuk membantu palestina dan menolak kriminalisasi kepada aktivis dan ulama yang melakukan ajaran islam di Indonesia.

 

Penulis: Gifari (Kader HMI Cabang Bangka Belitung Raya)