Monolog

by -

Tidakkah kau gusar memandang perjuangan dalam menuntut ilmu? Lihatlah mereka yang berhasil kuliahnya. Mendapatkan gaji besar, jabatan tinggi, dan bisa kembali dengan kisah keberhasilan. Apakah itu yang kau raih dalam perjuangan menuntut ilmu di masa mudamu?

 

Lihatlah orang-orang miskin disekitarmu, banyak anak-anak lapar menjinjing botol bekas minuman hanya untuk mendapatkan uang receh. Lihatlah para petani yang kini hilang tanah garapannya, nelayan yang lautnya dipenuhi pipa-pipa gas perusahan asing, buruh yang masih saja diancam upah murah dan PHK. Kesemuanya demi kepentingan ekspansi dan kapital.

 

” Seharusnya kau tau jika hari ini tak ubahnya zaman kolonial. Inilah zaman bergerak yang terdapat hak kesempatan untukmu membuat sejarah “.

Baca juga:  Part II : Untuk Teman-teman ku yang Disana

 

Menjadi mahasiswa tentu berbeda dengan siswa. Kata “maha” yang disematkan adalah sebuah cerminan dari istimewa, sekaligus tantangan yang akan dihadapi setiap orang yang mengalaminya. Menjadi mahasiswa maka kita akan di uji bagaimana menjadi orang yang bertindak sesuai lerkataannya. Menjadi mahasiswa berarti kita akan berlatih bagaimana mengurangi praduga, tetapi mendasarkan pada analisa.

 

Jadikanlah langit kampus sebagai saksi pertumbuhanmu keyakinanmu, jadikan jejak menjadi butiran keyakinan yang kelak akan membentukmu. Jika sikap keberanian yang kau tanam niscaya kau akan berkembang tanpa rasa takut. Jika sikap empati yang kau semai, kelak kau akan menjadi manusia yang peka dan mudah tersentuh. Maka jadilah mahasiswa yang tidak berambisi menggapai nilai tinggi saja.

Baca juga:  Ciptakan Sosok Perempuan Yang Cerdas dan Berkarya, HIMA PIAUD gelar Seminar The Power Educator Women

 

Sebab tak dapat dilupakan, pemuda adalah elemen penting dalam perjalanan perjuangan bangsa ini. Sebagaimana keberanian pemuda yg berikrar janji persatuan (1928) yakni sumpah pemuda. Kemudian terus berlangsung dari periode ke periode pergerakan kaum muda hadir di tengah-tengah situasi bangsa. Selanjutnya pada tahun 1998 ragam kelompok mahasiswa pemberani yang berhasil menumbangkan rezim otoriter Orde Baru.

 

Kini saatnya kalian sebagai mahasiswa harus keluar dari kungkungan menara gading, tak hanya duduk di bangku perkuliahan, tetapi bergaul serta berpetualang melihat kehidupan rakyat miskin yang sebenarnya.

 

Penulis: Merajut Asa