Meylani Ingin Patahkan Ungkapan “Dak Kawa Nyusah” Dikalangan Mahasiswa

by -

Lahir dan besar di Pangkalpinang, Meylani merupakan mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam di IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung. Meylani mengaku sebagai orang Bangka, ia ingin mematahkan ungkapan di Bangka yang berbunyi “Dak kawa nyusah”.

“Salah satu semangat saya kuliah adalah ingin mematahkan persepsi bahwa perempuan itu lemah dan hanya bisa berdiam diri dirumah saja, sekaligus saya ingin mematahkan persepsi orang Bangka yang biasa kita dengar ‘dak kawa nyusah’.” Ucap Meylani.

Ungkapan “Dak kawa nyusah” memiliki arti “Tidak mau susah”, yang sering diungkapkan oleh orang Bangka yang tidak mau mengerjakan sesuatu. Karena seringnya ungkapan tersebut muncul dikalangan mahasiswa, Meylani mencoba untuk mengubah pandangan orang-orang Bangka dan lebih ingin membuka pemikiran kalangan generasi muda, terkhususnya di kampusnya sendiri, yaitu IAIN SAS Bangka Belitung dengan cara berorganisasi, berkompetisi dan ikut kegiatan sosial.

Baca juga:  Peduli Panti Asuhan : HIMA TBI dan DEMA Fakultas Tarbiyah Gelar Konser Amal

Dalam berorganisasi dan sebagai penerima beasiswa KIP-K, Meylani aktif di forum beasiswa tersebut, yakni Formasi KIP-K yang merupakan wadah kepengurusan bagi mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi maupun KIP-K.

Selain aktif dalam organisasi, Meylani juga pernah menjadi volunteer di Pulau Sabira, Jakarta pada tahun 2022 dan volunteer di Pulau Bintan, Kep. Riau pada tahun 2023. Tidak cukup sampai disitu, Meylani juga pernah mengikuti pertukaran mahasiswa delegasi Indonesia ke Abu Dhabi, Dubai pada tahun 2021.

Selain itu Meylani juga aktif dalam mengikuti perlombaan, ia pernah menjuarai lomba Pidato Remaja Se-kota Pangkalpinang tahun 2020 dengan memperoleh juara 2, lomba Cipta Puisi tingkat Provinsi EDUFEST IAIN SAS Bangka Belitung tahun 2021 dengan memperoleh juara 1, lalu pernah terpilih sebagai karya Berbakat Cipta Puisi Tingkat Nasional Kreativitas Seni tahun 2021 dan terpilih sebagai Duta Inisiatif Indonesia batch 1 tahun 2022.

Baca juga:  Rektor IAIN Janjikan Bantuan untuk Mahasiswa jika data sudah cukup

Menurut Meylani, sudah seharusnya mahasiswa lebih bisa berkreasi dengan cara aktif berorganisasi, berkompetisi dan ikut kegiatan sosial yang nantinya dapat memperkenalkan kampus sendiri.

“Seharusnya kita sebagai mahasiswa lebih banyak bersyukur karena tidak semua orang bisa menjadi berada di posisi kita, manfaatkan lah waktu semasa kuliah untuk mencari pengalaman dan ilmu sebanyak-banyaknya, jangan pernah takut untuk keluar dari zona aman, jangan takut bertemu kegagalan karena keberhasilan menunggu di masa yang akan datang.” Tutup Meylani.