Tantangan Mahasiswa dalam Menghadapi Era Industri 4.0

by -
Persassiddik.com adalah situs resmi Unit Kegiatan Kampus (UKM) pers di Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
Persassiddik.com adalah situs resmi Unit Kegiatan Kampus (UKM) pers di Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Tidak lepas pada masalah ekonomi, Indonesia sebagai Negara berkembang yang memiliki jumlah penduduk yang cukup fantastis, Indonesia menempati peringkat keempat sebagai Negara dengan jumlah penduduk terbanyak di Dunia. Berdasarkan survey penduduk antar sensus (supas) 2015 jumlah penduduk Indonesia pada 2019 diproyeksikan mecapai 266,91 juta jiwa. Dengan jumlah penduduk yang banyak maka, harus tersedia jumlah lapangan pekerjaan yang memadai, serta Indonesia sebagai Negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah harus mempunyai sumber daya manusia yang berkualitas, agar apa yang kita miliki tidak diambil alih oleh pihak luar. Tapi pada kenyataanya, mencari pekerjaan saat ini sangatlah sulit. Salah satu cara untuk menekan jumlah pengangguran yang ada di indonesia adalah dengan menanamkan jiwa kewirausahaan atau entrepreneurship pada mahasiswa.

Kata entrepreneur dapat diartikan sebagai pengusaha. Entrepreneur merupakan kemampuan seseorang dalam menciptakan dan mengembangkan peluang ekonomis dari ide yang ia miliki, berani mengambil resiko serta mampu menjalankan usahanya. Kemampuan dalam melihat peluang usaha dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian, tidak hanya secara individu tapi juga bisa mengurangi angka kemiskinan yang ada di indonesia. Dalam hal ini daya saing sangatlah diperlukan, jika di era digital seseorang tidak mampu bersaing dan hanya menikmati kemudahan yang ada tanpa menanfaatkannya menjadi sebuah peluang usaha maka ia akan tertinggal jauh dan hanya akan menjadi penonton atau konsumen saja.

Baca juga:  MEDIA DAN DIGITAL DALAM MENUNJANG KESUKSESAN BERBISNIS

Pada tahun 2020 sampai 2025 indonesia diperkirakan akan menikmati bonus demografi, dimana jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk usia non produktif (usia dibawah 15 dan diatas 65 tahun) dari jumlah populasi. Bonus demografi akan menjadi sebuah berkah bagi Negara apabila sumber daya manusia memiliki kemampuan yang memadai untuk industry digital. Dalam hal ini pemahaman mengenai entrepreneurship sangat penting untuk ditanamkan pada pemuda indonesia khusunya mahasiswa agar mereka dapat menghadapi tantangan yang ada dan memanfaatkan peluang yang ada, karena apabila ia kalah saing dalam dunia kerja atau tidak memenuhi syarat yang diminta suatu perusahaan maka ia tidak akan mendapatkan pekerjaan. Beda halnya jika ia telah mempunyai jiwa kewirausahaan atau entrepreneurship maka ketika ia tidak memiliki pekerjaan, ia akan mencari peluang usaha dengan ide dan inovasi yang ia miliki.

Baca juga:  TANTANGAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI SOCIETY 5.0

Bukan hanya menguasai bidang usaha, di era globalisasi yang segala sesuatu sudah sangat mudah untuk dilakukan, seorang pengusaha harus sudah mulai melirik digital untuk kemajuan usahanya, jika dulu pemasaran produk harus dilakukan dengan transaksi langsung antara penjual dan pembeli maka sekarang cukup dengan menggunakan gawai atau gadget, produk yang dijual bisa dilihat oleh semua orang, dan akan memperluas pemasaran, pemasaran tidak hanya dilakukan disatu daerah melainkan bisa dilakukan ke berbagai daerah tanpa harus bertemu langsung dengan konsumen atau pembeli serta pembayaran yang dilakukan menggunakan system transfer, hal ini harus dikuasai oleh pengusaha atau entrepreneur agar bisa bersaing dan dapat mengembangkan serta memajukan usahanya.

Baca juga:  Pembinaan Civic Virtue Melalui Kegiatan Filantropi Sebagai Upaya Membantu Mahasiswa Kurang Mampu

Disini penulis akan membahas mengenai manfaat entrepreneurship, jika seseorang mempunyai jiwa entrepreneur maka ia akan bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk lingkungan sekitarnya dan hal itu dapat mengurangi jumlah pengangguran, memajukan dan mensejahterakan masyarakat serta membangun jiwa yang mandiri secara finansial.

Dari survey yang penulis lakukan pada mahasiswa IAIN SAS Bangka Belitung jawaban ketika ditanya mengenai, apa yang harus ada ketika memulai usaha? Dan jawaban terbanyak adalah Modal (uang), jika dipikir secara sekilas tanpa mengkaji ulang memang modal hal utama yang harus ada ketika kita ingin memulai usaha, tetapi yang sebenarnya adalah kemauan yang kuat serta rasa percaya diri yang kita miliki, sudah cukup mewakili syarat ketika ingin memulai usaha. Adanya perencanaan yang matang mengenai usaha yang akan dijalankan serta ketekunan dalam menjalankan usaha akan membawa kita kedalam gerbang kesuksesan.[]