Sajak Untuk Pemuda

by -

Mengunyah garam berkawat

Sambil melumati penuh nikmat

Biar hidup kuat dan giat

Siapa lagi bukan aku ?

Jangan tanyai perilaku

Sudah lama perut ini terisi itu

Bukannya tiada nasi di piring

Jangan salah sangka aku bak sawah kering

Kata-kata semacam ini banyak menggiring

Ketahui saja sumpah di sana !

Tersimpan aman di Singgasana

Sudah jelas paling nyaman daripada berguna

 

Aku adalah pemuda-pemudi liku

Mencari garam dari setiap pintu

Yang terjaga oleh beberapa palu

Tiada hari kutemui seseorang peduli

Sering kali disapa cacian tuli

Hai !! tidak lihat ini tertulis “tak ada pemuda geli”

Darahku kini tak lagi murni

Tanganku selalu minta di beri

Baca juga:  Senja Yang Genit

Ah, dimana sumpah semangat pemuda ?

Kini hanya kata kata belaka

 

Tergeletak aku di hantam bosan

Bangkitlah aku dengan seribu impian

Jiwa mudaku masih menggebu,

Meronta-ronta rasa malas yang tak terbatas

Aku anak muda,

Aku harus berbeda dengan balita

Tahan banting kuat tenaga,

Tak ada kata menyerah sebelum

keadaan menyuruhku untuk

tunduk dan pasrah

Semangat tanpa lengah

Penulis : Dzaki Al Hafiizh

Tentang Penulis: Redaksi Persassiddik.com

Gravatar Image
Persassiddik.com adalah situs resmi Unit Kegiatan Kampus (UKM) pers di Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung.