PNS Barengan Wisuda 2020

by -

Sosok Pria berlatar belakang dari keluarga kurang mampu, Aji membuktikan bahwa usaha dan doa membuktikan, bahwasannya dia mampu jadi orang sukses. laki-laki kelahiran Sungai Selan 1998, dengan kerja keras dan semangat yang tinggi raih gelar Strata 1 dan PNS ( Civir) di umur yang menginjak 22 tahun.

Impian perlahan lahan telah ia gapai di usia yang cukup muda ini. Niat dan tekad yang kuat. sampai Aji tes CPNS bersamaan menjalani tugas akhir kuliah. Ada juga beberapa hambatan yang ia lalui, Indonesia kala itu, heboh datangnya Covid 19 Maret 2020 salah hambatan pada saat ia menjalani tes CPNS-nya. Pria satu ini pun tak pernah menyerah dan takut akan hambatan-hambatan yang di hadapi.

Baca juga:  UKM PIK-R Mutiara IAIN SAS Babel Kembali Menorehkan Prestasi di PIK-R Unggulan Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Ia juga merupakan salah satu mahasiswa penerima Bidikmisi Angkatan 2016 di IAN Syaikh Abdurrahman Siddik. Bergelar S. H, dan salah satu Alumni pertama di program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) menjadi ujung tombak bagi adik-adik tingkat untuk tetap semangat dan belajar di kampus Hijau tersebut.

Ekonomi bukanlah satu alasan untuk ia meraih cita-cita di masa depan. Dengan semangat dan kerja keras itu merupakan hasil yang di bayar mahal bagi untuk seorang Aji Saputra.

” Untuk yang menjalani studi dan adik-adik tingkatku tetap semangat, jangan lupa berdoa restu orang karena tanpa mereka kita bukan apa- apa dan siapa-siapa.” Ungkapnya

Management waktu adalah kunci bagi seorang mahasiswa meraih kesuksesan. Ia juga aktif berorganisasi Intra Kampus maupun Eksternal Kampus. Organisasi merupakan bumbuh-bumbu kuliah bagi seorang mahasiswa agar tangguh berbicara, bergaul dengan orang-orang baru dan juga mampu merancang suatu kegiatan.

Baca juga:  Podcast Kajian Isu Perdana oleh LDK Assiddik dan DEMA FT

“Tanpa harus kuliah pulang-kuliah pulang bagi mahasiswa baru maupun lama. Dari pada tidur tiduran di kos mending diskusi santai bareng senior-senior di kampus” ujar Aji

“Organisasi membuktikan bahwa mahasiswa organisatoris mampu meraih pretasi lebih di banding mahasiswa yang hanya duduk manis dan mendengar dosen di ruangan pada saat jam kuliah. Mudah mudahan dapat ini dapat menginspirasi semua mahasiwa yang belum terketuk hati mengikuti organisasi.