Kebiasaan dan Budaya Baru Pasca Korona Menghilang

by -

Dunia sedang dilanda kekacauan besar. Kekacauan besar akibat pandemi covid-19/virus korona. Banyak orang-orang yang meninggal akibat pandemik ini. Virus yang berasal dari Wuhan, China menyebar dan menyerang semua orang namun yang dominannya adalah para lansia/orangtua. Virus korona sampai saat ini belum ditemukan vaksin ataupun obat penyembuhnya.

Cara penanggulangan dilakukan dengan cara dikarantina selama 14 hari bagi yang terpapar dan melakukan protokol kesehatan dengan cara menjaga jarak 1 meter, menggunakan masker dan mencuci tangan serta pakaian setelah beraktivitas diluar rumah. Karena pada dasarnya virus ini menyebar dengan cara sentuhan dengan mereka yang positif korona. Sehingga agar tidak menyebar lebih jauh, dilakukan hal tersebut.

Pandemi ini membuat orang-orang takut dan gelisah akan keganasahannya. Sehingga pada akhirnya peningkatan kesehatan pun terjadi. Dunia di pahamkan akan pentingnya menjaga kesehatan terutama lingkungan sekitar. Oleh karena itu, akan terjadi perubahan besar kedepannya ketika korona hilang. Akan terbentuk kebiasaan dan budaya baru.

Kebiasaan bisa terbentuk jika suatu aktivitas itu dilakukan secara terus menerus. Kebiasaan ini ternilai baik sehingga perlu diajarkan ke anak-anak. Mereka diajarkan betapa buruknya pandemi sehingga selalu mengingatkan pentingnya kebiasaan itu. Mengakibatkan kebiasaan tadi menjadi budaya baru di generasi selanjutnya.

Baca juga:  " Melemahnya Perekonomian Nelayan Akibat Covid-19”

Tidak bisa dipungkiri akan adanya kebiasaan dan budaya baru setelah pandemi menghilang. Ada banyak kebiasaan baru yang dilakukan selama pandemic berlangsung. Kebiasaan mencuci tangan. Orang-orang akan sering melakukan kegiatan cuci tangan dimanapun berada. Baik setelah berolahraga, bertamasya, bahkan saat selesai melakukan interaksi sosial.

Hal ini dilakukan karena di saat pandemi, orang-orang mengetahui bahwa sebuah virus terutama virus korona bisa bertahan lama di sebuah tempat. Di lain sisi, kebiasaan mencuci tangan yang luar biasa besar membuat sabun/pencuci tangan yang pada awalnya hanya dibutuhkan jika benar-benar kotor berubah menjadi kebutuhan yang penting. Akan ada banyak merek dan kreasi akan barang ini.
Kebiasaan membersihkan badan.

Sebelumnya diketahui bahwa virus korona memiliki ketahanan tubuh yang bermacam-macam, tergantung dimana dia berada. Di baju sendiri corona bisa bertahan selama berjam-jam. Hal ini membuat semakin sering seseorang keluar rumah maka akan sering dia membersihkan badan dengan cara mandi dan mengganti pakaian. Orang-orang Indonesia yang memiliki kebiasaan mandi 2x sehari akan berubah lebih sering melakukannya.

Baca juga:  Pentingnya Kepedulian Pemerintah Daerah Terhadap Pembangunan Pariwisata di Bangka Belitung

Selain itu, kebanyakan orang-orang mempunyai kebiasaan menumpuk terlebih dahulu pakaian yang dipakai. Ketika sudah penuh, barulah akan dicuci. Setelah corona berlalu, maka orang-orang akan dibiasakan untuk mencuci baju setelah sampai dirumah. Sama seperti kebiasaan mencuci tangan, kebutuhan akan barang/merek pencuci baju akan meningkat penggunaannya dan jumlah akan bertambah.

Kebiasaan menggunakan masker. Masker dahulu tidak dianggap penting bagi orang-orang. Penggunaan masker biasanya berdasarkan kondisi yang memang mengharuskan menggunakan masker. Seperti berkerja di pabrik, ketika sakit dan lain-lain.

Namun seringnya penggunaan masker membuat masker menjadi sering digunakan saat keluar rumah. Dikarenakan menjadi kebiasaan baru maka akan terasa aneh jika tidak digunakan. Variasi akan model dan warna ikut pun juga meningkat.
Kebiasaan menjaga lingkungan. Kebanyakan orang-orang di dunia terutama di Indonesia sulit menjaga lingkungan sekitar. Indonesia yang menduduki peringkat 112 dari 178 negara menjadi bukti bahwa Indonesia belum sepenuhnya bisa menjaga lingkungan.

Baca juga:  76 Tahun Kemerdekaan: Kualitas Pendidikan Mengalami Penurunan

Namun pada masa pandemi, hal ini akan berubah. Virus adalah sesuatu yang diakibatkan dari sesuatu yang bersifat kotor. Jika lingkungan kotor maka akan mendatangkan virus bahkan penyakit lain. Contohnya seperti membuang sampah sembarangan. Setelah korona pergi, minimnya akan tidak menjaga lingkungan akan menurun bahkan tidak ada lagi yang tidak menjaga lingkungan.

Di sisi lain karena begitu pentingnya menjaga lingkungan sehingga akan ada pemberlakuan hukum yang ketat. Dikarenakan kebiasaan ini maka bagi pelanggar akan mendapatkan kerugian besar seperti hukuman dari pemerintah dan hukuman sosial berupa cemohan dari orang-orang.

Kebiasaan dan budaya baru tidak akan terbentuk jika tidak memenuhi syarat dilakukan terus menerus dan diajarkan kembali. Kebiasaan dan budaya baik ini perlu ada di kehidupan sehari-hari. Bahkan tidak ada kerugian di dalamnya.

Untuk membentuk kebiasaan dan budaya baru tidaklah sulit. Melakukan juga merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap orang lain dan diri sendiri. Mulailah dari diri sendiri dan keluarga. Pada akhirnya orang lain akan mengikuti.