DISETIR KENIKMATAN

by -

Karya Alisa

Disaat ada menjadi tiada
Di situlah lalu kau rasa
Arti panah yang sudah tertancap, lalu menganga
Mengeluarkan noda beserta darah
Perih memang tak terasa
Tapi inilah sebuah kisah yang bercerita
Selamat tinggal masa
Bahagiakan dirimu sendiri lalu kau pilah
Dirimu bukan mengeluh, hanya saja lelah

Semoga dipertemukan dalam gelap
Tanpa pelita yang menyala
Agar sama-sama tahu bahwa ini dunia
Bukan sebuah bundaran yang berwarna
Cepatlah sembuh dari sebuah luka yang bernanah

Tidak apa-apa seorang diri dulu
Sesekali cobalah bercengkrama dengan ayah
Dan bercandalah dengan ibu
Asingkan egomu dalam perasingan
Kamu tidak payah, jangan resah
Tenanglah dan jangan goyah
Sesekali mari mengalah saja
Hidup bukan hanya tentang harus mencapai segalanya, juga
Mencapai hakikat bahagia tersendiri

Baca juga:  Ironi Pendidikan

Ingat, tak apa mau sendiri dulu
Tapi jangan lengah
Masih ada mereka yang baik yang menunggumu diujung sana
Mereka adalah orang-orang hebat yang tuhan sempurnakan dalam hidupmu

Mereka lebih tangguh dari kokohnya sebuah harapan
Sampaikan pesan mulai dari sekarang, dan katakana
“kalian hebat, walau aku tak kuat, tetaplah jadi penyemangat”
Kita semua adalah pejuang dalam cara apapun

Selamat menikmati perjuangan demi kebahagiaan
Nanti kau juga pulang pada pangkuannya
Meski tidak sekarang
Tapi jangan tersedu-sedu, tundalah itu nanti

Saat sudah mencapai titik terlemah apa boleh buat
Menangislah pada pangkuan kedua yang biasa kita sebut teman
Teman juga selalu ada, walau kadang tiadanya belum tentu terasa
Tak apa, namanya juga pejuang
Terus berenang dan jangan tenggelam

Baca juga:  #Senja untuk Rembulan

 

Sedikit biodata tentang pengarang,
Bernama Alisa, yang sekarang sedang berjuang mengejar gelar S1 nya pada prodi sastra inggris di Universitas Bangka Belitung, gadis kelahiran 17 januari 2000 dan belitung adalah tanah kelahirannya.