Surat Untuk Corona

by -

Eka Wita Sari

Dear korona….
Bumiku ini sudah teramat tua untuk kau sambangi dan tubuhku ini teramat rapuh untuk kau diami. Tidakkah kau lihat…..mereka yang berjuang dengan penuh harap, kini hanya tertunduk lelah dan tergeletak dalam dimensi waktu. Jiwanya berteriak oh tuhan… masih adakah sisa perjalan untuk ku?

Dear korona….
Kutarik nafas pajang dan kubiarkan ia mengalir dalam darahku. Ketika itu yang ku tahu hanyalah, denyut nadiku masih ada untuk hari itu…….. untuk esok ataupun lusa aku hanya berharap agar tuhan berkenan memperpanjang perjalanan ku…

Dear Korona….
Tidak kah kau merasa lelah setelah perjalanan panjangmu. Menjelajah dunia, Membelah waktu, dan kini membagi sunyi. membuat kotaku seolah-olah kota mati yang mencekam tanpa penghuni.

Baca juga:  Tangisan Negeri Diatas Covid

Dear korona….
Jikalau kau adalah balatentara yang dikirimkan tuhan untuk membumi hanguskan manusia-manusia sombong. Maka segerakanlah tugasmu….sebab ada ribuan juta jiwa di bumi ini yang menantikan kepulangan mu.