HIMA KBM PAI IAIN SAS BABEL Tanggapi HARDIKNAS : Pentingnya Pendidikan Karakter Untuk Generasi Berkarakter”

by -

Setiap awal bulan Mei tepatnya pada tanggal 2 Mei, seluruh insan akademis Indonesia merayakan harinya yaitu Hari Pendidikan  Nasional (Hardiknas). Adanya hardiknas ini tidak terlepas dari bagaimana sejarah panjang dunia pendidikan di Indonesia sejak zaman kolonialisme. Pengambilan tanggal tersebut bertepatan dengan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara, beliau terkenal dengan orang yang menentang sistem pendidikan pada masa kolonialisme Belanda.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, murid di Indonesia sebanyak 24,33 juta orang pada tahun ajaran 2021/2022. Jumlah itu menurun 2,01% dari periode sebelumnya yang sebanyak 24,83 juta orang

Pendidikan merupakan faktor penting dalam mendukung tercapainya pemulihan kedepannya. Sesuai dengan Undang Undang Dasar 1945, pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Inilah menjadi tugas dan “pekerjaan rumah” bangsa ini, untuk dapat konsisten menuju cita-cita kedepannya.

Pendidikan telah berhasil mengubah pola perilaku dan pandangan masyarakat Indonesia. Pendidikan akan sendirinya menghancurkan tembok-tembok pembodohan di pikiran manusia sehingga dapat berpikir kritis dan mau berubah. Sejarah mencatat bahwa kemerdekaan kita tidak bisa lepas dari pengaruh pendidikan. Para Bapak pendiri bangsa kita (the founding fathers) ternyata memiliki pengetahuan/wawasan yang luas agar dapat membuat pemikiran besar dan merancang strategi kemerdekaan. Bahkan tak sedikit tokoh besar lainnya harus rela pergi jauh ke luar negeri untuk belajar.

Namun, 76 tahun sudah negara kita merdeka, pendidikan kita belum sepenuhnya dapat dikatakan bagus, maju, adil dan merata. Penulis bukan bermaksud mengorek luka pas di hari istimewa ini. Namun, semata-mata merefleksikan kondisi pendidikan kita secara objektif. Karna jika sekilas memandang wajah Indonesia sekarang, masih banyak persoalan yang nyatanya belum mampu terselesaikan hingga kini. Mulai dari pembenahan media pendidikannya (infrastruktur, kurikulum, buku, alat-alat tulis, papan tulis dan sebagainya) hingga kepada manusianya (tenaga pengajar dan murid).

Disamping banyaknya carut marut permasalahan yang harus diperbaiki, ada satu hal yang tidak kalah penting untuk kita perhatikan. Perlunya penguatan nilai-nilai etika dan moral yang harus dipraktikkan oleh setiap siswa di sekolah. Hal ini harusnya menjadi perhatian besar jika ingin meningkatkan pendidikan maju dan berbasis teknologi.

Ada apa dengan etika dan moral ?

Cikal bakal mengapa etika dan moral menjadi persoalan hangat yang harus kita diskusikan ialah karena nilai-nilai tersebut mulai tergerus oleh perkembangan zaman. Globalisasi telah memaksa setiap murid harus mengikuti tawaran perkembangan zaman. Sikap hedonisme, apatis dan individualistik misalnya, menjadi momok berbahaya yang dapat mengancam perilaku siswa. Sikap budaya luar telah mengikis kepribadian bangsa kita. Hingga argumen yang lebih berbahaya lagi ialah sikap tersebut dapat menyulutkan disintegrasi bangsa.

Terlepas dari kurikulum yang sudah beredar saat ini, tentu nilai-nilai pancasila harus ada penegasan karena nilai leluhur bangsa kita sebagai dasar untuk berbangsa dan bernegara. Sebagai Konsep agar tercapai nya Indonesia yg berwawasan, serta berkarakter.

Konsep Pendidikan Agar Terwujudnya Siswa yang berkarakter, berintegritas, Dan intelektual, tentu Yang pertama Kita harus membangun karakter siswa, membangun karakter itu penting yang harus di terapkan sejak anak lahir, dan dari karakter itu lah kita bisa mengetahui apa Potensi siswa tersebut, yang kedua yaitu lingkungan Belajar yang nyaman, tentu pendidikan juga harus memiliki sarana dan prasarana yang memadai agar siswa bisa merasa nyaman dalam belajar nya, dan juga bisa mengoptimalkan Potensi siswa, yang ketiga yaitu Kurikulum, Kurikulum juga merupakan faktor pendukung agar pendidikan berjalan dengan lancar, ada baik nya di terapkan kurikulum itu yang sesuai dengan zamannya, tentu kita juga sudah memasuki fase teknologi yang canggih, tentu kita harus memanfaatkan hal ini demi kemajuan pendidikan di Indonesia

Paradigma lain yang perlu dipahami adalah bawasannya pendidikan bertujuan memanusiakan manusia bukan malah menciptakan manusia yang lari dari karakternya sebagai manusia. Ini relevan untuk menguatkan etika dan moral murid. Semakin tinggi pendidikan seseorang semakin baik perilaku dan tindakan yang dapat ditiru. Sehingga manakala murid itu lulus dapat menggunakan disiplin ilmunya bagi masIndonesi

Pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga dan merawat hingga menumbuh kembangkan akhlak seorang siswa sebagai calon pewaris masa depan bangsa. Harapan tersebut harus secepat mungkin di benahi!. Dengan meningkatkan etika dan moral siswa, akan merujuk kepada kuatnya sumber daya manusia kita. SDM yang unggul dan berkarakter harus dipersiapkan mulai dari sekarang. Bonus demografi yang akan kita hadapi kedepannya, apakah akan menjadi suatu kerugian atau keuntungan tergantung bagaimana aset bangsa ini dikelola. SDM yang memadai dan unggul akan memudahkan negara ini menuju cita-cita mulia sebagai bangsa yang besar dan maju.

Selamat Hari Pendidikan Nasional, semoga pendidikan kita dapat segera terbenahi sehingga melahirkan para anak bangsa yang berjiwa intelektual, Serta berakhlak mulia.

Hidup Pendidikan Indonesia!

Salam Pendidikan!

Penulis : Resta Setia Pratama

Baca juga:  Apa Jadinya Organisasi Dengan Prinsip “Dak Kawa Nyusah”

Tentang Penulis: Redaksi Persassiddik.com

Avatar
Persassiddik.com adalah situs resmi Unit Kegiatan Kampus (UKM) pers di Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung.