Anak Tengah: Anak yang paling sering mengalah?

by -

“Setiap anak adalah seorang seniman. Masalahnya sekarang bagaimana tetap menjadi seorang seniman ketika kita tumbuh dewasa.” – Pablo Picasso

Anak pertama biasanya dijadikan pedoman bahkan tumpuan harapan bagi keluarga, sementara anak terakhir adalah anak yang paling dimanja serta disayang. Lantas, bagaimana dengan anak tengah?

anak tengah, mungkin banyak ditemukan anak tengah sering kali merasa ada yang berbeda pada diri dan paling sering dibanding-bandingkan dengan si kakak atau suka disalahkan jika sedang berebut mainan dengan si adik dulu ketika masih kecil.

Meskipun terkadang si anak tengah merasa tidak terlalu diperhatikan karena semua perhatian tertuju pada si adik dan harapan keluarga bertumpu pada si kakak, nyatanya ada beberapa keunggulan yang dimiliki anak tengah ketimbang anak sulung dan bungsu.

Tapi tahukah bahwa sebenarnya anak tengah adalah anak yang punya kepribadian paling baik? Ini alasan yang mendukung pernyataan tersebut.

1. Punya pemikiran fleksibel

Sebagai anak tengah, seringkali kamu harus mengalah dan lebih toleran, baik terhadap kakak maupun adikmu. Kamu jadi mengenal lebih banyak karakter, dan dari sinilah kamu juga mengembangkan pemikiran terbuka dan fleksibel, menerima apa yang kamu hadapi.

2. Karena kurang perhatian, kamu jadi lebih tangguh

Jadi anak tengah mungkin menyebalkan karena seringkali orangtua lebih mencurahkan perhatian pada kakak atau adikmu. Tapi justru kurangnya perhatian inilah yang kemudian membentuk karaktermu lebih kuat dan tahan banting. Kamu bukan tipe manja seperti adikmu atau haus pujian seperti kakakmu.

Seorang remaja yang merupakan anak tengah dalam urutan keluarganya akan berbeda kemandiriannya dibandingkan dengan remaja yang merupakan anak sulung dan bungsu. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan (Alfred Adler, 2002) bahwa anak sulung sebagai anak pertama dalam keluarga cenderung kurang mandiri disebabkan mereka harus menjadi contoh dan patuh kepada orang tua. Anak tengah lebih mampu mandiri, karena sifatnya yang ambisius dan memiliki kemampuan untuk beradaptasi lebih baik. Anak tengah yang mampu menyelesaikan konfliknya akan tumbuh menjadi orang yang kompeten dan memiliki tujuan hidup yang pasti. Sementara itu anak bungsu memiliki tendensi untuk bersikap manja dan kurang mandiri. Jika orang tua mengabaikan kemungkinan ini, anak bungsu akan tumbuh menjadi orang dewasa yang tidak bertanggung jawab dan tidak mandiri

Menjadi anak tengah tentu bukan hal mudah. Di saat sikap kakakmu mendominasi dan adikmu ingin menang sendiri, tentu kamu belajar menjadi individu yang ekstra sabar. Kondisi tersebut juga membuatmu mudah beradaptasi dalam berbagai situasi.

Penulis : Fitria Wulandari

Baca juga:  Aksi Bersih Bukit Merbaung Oleh Komunitas Pencinta Alam-Sosial Syaikh Abdurrahman Siddik (Kopassas) Bangka Belitung

Tentang Penulis: Redaksi Persassiddik.com

Avatar
Persassiddik.com adalah situs resmi Unit Kegiatan Kampus (UKM) pers di Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung.